Rabab Pasisia Yo nan Tanamo

GambarKesenian “Rabab” sebagai salah satu kesenian tradisional yang tumbuh dan berkembang dalam kebudayaan masyarakat Minangkabau, tersebar dibeberapa daerah dengan wilayah dan komunitas masyarakat yang memiliki jenis dan spesifikasi tertentu. Disamping “Rabab Darek”, “Rabab Piaman” dan “Rabab Pasisie” merupakan salah satu kesenian tradisional yang cukup berkembang dengan wilayah dan di dukung oleh masyarakat setempat. “Rabab Darek” tumbuh dan berkembang di daerah darek Minangkabau meliputi Luhak Nan Tigo sedangkan “Rabab Piaman” berkembang di daerah pesisir barat Minangkabau, yang meliputi daerah tepian pantai. Pasisia Selatan sebagai wilayah kebudayaan Minangkabau yang menurut geohistorisnya di klasifikasikan kepada daerah “Rantau pasisia” yang cakupan wilayah tersebut sangat luas dan didaerah inilah berkembangnya kesenian Rabab Pasisia. Rabab Pasisia ditinjau dari aspek fisik pertunjukanya memiliki spesifikasi tersendiri dan ciri khas yang bebeda dengan rabab lainya. Terutama dari segi bentuk alat mirip, dengan biola (alat musik gesek barat) secara historis berasal dari pengaruh budaya portugis yang datang ke Indonesia pada abad ke XVI melalui pantai barat Sumatra. Dalam rabab memiliki komposisi tersendiri tergantung kepada lagu yang diinginkan dengan memainkan lagu yang bersifat kaba sebagai materi pokok. Lagu yang lahir tesebut merupakan ide gagasan yang berasal dari komunitas masyarakat yang berbeda namun ada dalam daerah yang sama. Rudi Nofindra, Rabab Pasisia…. Yo Nan Tanamo Seperti masyarakat Pasisia sendiri, mempunyai persepsi tersendiri terhadap kehadiran kesenian ini yaitu Rabab Pasisia yang populer sekarang di mata masyarakat baik itu dilihat dari segi iramanya maupun dendang yang khas yang juga merupakan visualisasi atau penjelmaan dari sejarah hidup dan kehidupan masyarakat Pasisia Selatan, karena daerah ini telah lama menjadi jajahan di masa lalu.

Posted on 05/23/2013, in BRANDA. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: